jump to navigation

Kurma Asih Januari 2, 2007

Posted by Putri in Info.
trackback

Masih dari perjalanan ke Bali bulan November tahun 2006 lalu, salah satu yang saya kunjungi adalah penangkaran penyu di Perancak, Bali. Saya yakin belum banyak orang Indonesia tahu tentang penangkaran penyu ini. Salah satunya mungkin karena lokasi ini sangat terpencil, jauh dari jangkauan kendaraan. Publikasi? Hmm… sebenarnya pada awalnya cukup banyak dana terkucur ke penangkaran ini dari WWF. Jadi kemungkinan besar malahan pencinta lingkungan dari berbagai negara tahu mengenai penangkaran ini.

Menuju ke Kurma Asih ini, kami menyusuri pantai terlebih dahulu. Mobil ukuran kecil bisa mencapai lokasi langsung, namun karena saat itu kami menggunakan bis, maka kami berjalan menikmati pantai dan hembusan angin laut selama kurang lebih 10 menit.

pantai

Sesampainya di lokasi, kami mendapatkan hiburan musik tradisional (Apa namanya ya?) yang dimainkan oleh sekitar 10 orang anak muda. Sambutan lainnya adalah air kelapa. Walaupun bukan kelapa muda😀 namun cukup segar siang itu, sebelum makan siang.

Kurma Asih ini didirikan sejak 11 Juni 1997. Sudah cukup lama, namun jujur saja saya baru mendengarnya waktu akan berkunjung ke sana😀 Penangkaran penyu ini didirikan oleh sekelompok nelayan yang pada awalnya hidup dengan mengambil dan menjual telur-telur penyu ini. Namun atas kesadaran mereka tentang masa depan, maka mereka membentuk Turtle Conservation ini. Salut untuk mereka, walaupun pada awalnya pasti ada tantangan antara kepentingan ekonomi dan kesadaran lingkungan. Telur-telur penyu ini sangat tinggi harga jualnya yang akhirnya memberi dampak meningkatnya ekonomi mereka. Namun apa yang bisa dilakukan kemudian hari jika terus diambil?

Salah satu papan yang cukup menarik seperti di foto samping ini.

Telur-telur akan menjadi Penyu hari esok. Jika semua telur diambil tak akan ada penyu dimasa depan.

Mungkin pada awalnya ditujukan ke masyarakat sekitar tentang arti pentingnya telur penyu itu sendiri. Siapa lagi yang akan menjaga mereka jika bukan orang-orang sekitarnya? Sayangnya saat kami berkunjung tulisan seperti itu dipasang diruangan bilik bambu tempat memelihara penyu kecil sebelum dilepas ke laut bebas. Hmmm mungkin orang lain sudah baca ya.

Salut ya bagi mereka, para nelayan. Berikut adalah foto-foto dan brosur tentang Kurma Asih. Dengan memanfaatkan kayu serta pohon kelapa disekitar tempat tinggal mereka, kerajinan tangan dengan bermotifkan penyu-penyu pun dijual pula di penangkaran penyu ini. Rasanya patut angkat topi dengan kegiatan yang mereka lakukan, mulai dengan mengamankan sarang-sarang tempat penyu bertelur, hingga menetas, serta memberikan informasi dan pendidikan bagi anak-anak tentang arti pentingnya pemeliharaan dan konservasi lingkungan.

Saat kunjungan itu kami melihat puluhan anak penyu yang sudah siap dilepaskan ke laut. Ntah beberapa tahun lagi mereka akan kembali meletakkan telur-telurnya kembali di pantai. Walaupun secara teknis penangkaran ini masih dapat dikatakan sederhana, namun bantuan dari berbagai organisasi lingkungan dunia dan para peneliti cukup banyak datang ke sini.

Minat tahu lebih jauh tentang Kurma Asih atau ingin urun saran atau ikut membantu dalam hal financial ? Klik website Kurma Asih.

Komentar»

1. rai pria wiguna - Desember 24, 2009

Kurma Asih memang tenpat penangkaran penyu yang masih sederhana, tapi saya salut karena kurma asih sudah mampu menagnkarkan penyu hingga bisa kembali ke habitat aslinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: